ASAHAN (HARIANSTAR.COM) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut) menggelar Pelatihan Desa Siaga Bencana Tahun 2026 di Desa Buntu Pane, Kecamatan Buntu Pane. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pada 3–5 Februari 2026, ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan tim siaga di tingkat desa.
Acara pembukaan pelatihan dihadiri Komandan Kompi BPBD Sumatera Utara Daniel Dachi, perwakilan PLN UIP Sumbagut Divo Hutabarat, Camat Buntu Pane Mohd. Ibnu Afandi, S.STP., M.AP., Kepala Desa Buntu Pane Manten Aperi Simbolon, SH, serta tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga setempat.
Dalam rangkaian pembukaan, para undangan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun desa yang tangguh menghadapi berbagai risiko bencana.
Pada kesempatan tersebut, PLN UIP Sumbagut juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kebencanaan kepada Desa Buntu Pane. Bantuan itu diharapkan dapat memperkuat kesiapan Tim Siaga Bencana Desa dalam melakukan penanganan awal saat terjadi situasi darurat.
Adapun bantuan yang diserahkan meliputi sembilan unit life jacket, sembilan helm keselamatan, dua paket perlengkapan pertolongan pertama, dua unit megafon, sembilan senter darurat, dua tandu lipat, satu perahu karet rescue tanpa mesin, satu tandon air darurat, satu mesin pompa air portabel, serta 27 rompi untuk Tim Siaga Bencana.
Selama pelaksanaan pelatihan, materi dan pendampingan diberikan langsung oleh tim BPBD Sumatera Utara. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai mitigasi bencana serta dilatih menyusun peta risiko bencana desa untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan titik-titik rawan di wilayah Buntu Pane.
Memasuki hari kedua, peserta menerima pembekalan teknik evakuasi yang dilanjutkan dengan praktik lapangan. Pada siang harinya, peserta terjun langsung mengikuti praktik water rescue di waduk yang berada di Desa Buntu Pane sebagai simulasi penanganan darurat di wilayah perairan.
Sementara pada hari ketiga, pelatihan diisi dengan materi pengelolaan dapur umum sebagai bagian penting dari dukungan logistik saat terjadi bencana. Materi penutup kemudian dilanjutkan dengan pembekalan pengelolaan shelter darurat, mulai dari penataan tempat pengungsian, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pengaturan layanan pengungsian agar lebih aman, tertib, dan layak.
Pelatihan Desa Siaga Bencana Tahun 2026 tersebut resmi ditutup pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Penutupan kegiatan dihadiri Kepala Desa Buntu Pane, Manten Aperi Simbolon.
Dalam kesempatan itu, Manten Aperi Simbolon menyampaikan apresiasi kepada PLN UIP Sumbagut dan BPBD Sumatera Utara atas pelaksanaan pelatihan serta bantuan peralatan kebencanaan yang diberikan kepada desa.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan PLN UIP Sumbagut dan BPBD Sumut. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Buntu Pane karena memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi bencana secara lebih siap dan terorganisir,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi bekal bagi masyarakat dan Tim Siaga Bencana Desa agar semakin siap, tanggap, serta mampu bertindak cepat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana dan mampu bergerak cepat jika terjadi keadaan darurat,” tambahnya. (RED)



























