ISRAEL (HARIANSTAR.COM) – Pernyataan seorang jurnalis India yang baru kembali dari Israel mengenai sensor militer ketat yang diterapkan Tel Aviv terhadap peliputan berita telah memicu reaksi luas di media sosial.
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas saling serang antara Iran dan Israel.
Dilaporkan Aljazeera.net dikutip melalui gaza media, Senin (9/3/2026) jurnalis bernama Braj Mohan Singh menceritakan pengalamannya setelah kembali, menyatakan bahwa warga sipil menderita bahkan di lokasi-lokasi yang diklaim pemerintah sebagai zona aman.
Poin-Poin Utama Kesaksian:
* Tanpa Peringatan: Singh menyebutkan bahwa rudal Iran terkadang menghantam tanpa adanya suara sirene peringatan dini.
* Kegagalan Bunker: Ia mencatat adanya warga sipil yang tewas di dalam tempat perlindungan (bunker), meskipun pemerintah berulang kali menjamin keamanan tempat tersebut.
* Penutupan Informasi: “Pemerintah tidak akan memberi tahu Anda apa pun. Anda tidak bisa mengunjungi rumah sakit yang menampung jenazah, dan ketika sebuah insiden terjadi, kami bahkan tidak tahu di mana lokasi persisnya,” jelas Singh.
Kontroversi dan Perang Saraf
Jurnalis tersebut menuduh otoritas Israel melarang pendokumentasian kerusakan dan membatasi liputan media mengenai dampak serangan Iran.
Hal ini memicu perdebatan mengenai kebebasan pers dan transparansi. Para aktivis dan netizen di media sosial menilai kesaksian ini sebagai bukti kuat adanya upaya sistematis untuk:
* Mengendalikan Opini Publik: Menyembunyikan skala kerusakan demi menjaga stabilitas internal.
* Perang Psikologis: Meminimalkan dampak serangan terhadap moral warga sipil dan mempertahankan citra “kekuatan dan kendali” di mata dunia.
* Strategi Jangka Panjang: Mengelola konflik secara internal agar tidak menjadi isu opini publik internasional yang masif.
Bukti Lapangan yang Tersembunyi
Meskipun ada sensor ketat, beberapa laporan tetap muncul. Saluran NBC dilaporkan sempat merekam jatuhnya rudal Iran di Tel Aviv secara langsung, namun setelah itu tidak ada informasi detail mengenai lokasi atau kerusakan yang dirilis.
Selain itu, unit sumber terbuka (Open Source) Al Jazeera berhasil memverifikasi citra satelit dan foto udara dari platform yang tidak tunduk pada sensor militer. Data tersebut menunjukkan sebuah rudal menghantam kompleks pemukiman di Beit Shemesh, mengenai tempat perlindungan secara langsung dan menyebabkan kerusakan luas pada rumah-rumah di sekitarnya.
Sejak 28 Februari lalu, eskalasi militer antara Israel-AS dan Iran telah mengakibatkan ratusan korban jiwa, termasuk laporan mengenai tewasnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei dan pejabat keamanan senior, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan rudal dan drone.

























