MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menuturkan, Harga minyak mentah dunia alami kenaikan hingga mendekati $120 per barel pada perdagangan kemarin, meskipun hari ini ditransaksikan turun dikisaran $93 per barel untuk jenis minyak Brent.
Seiring dengan lonjakan pada harga minyak mentah dunia, harga minyak kelapa sawit (CPO) juga ikut alami penguatan hingga ke level 4.570 ringgit per ton, padahal pada tanggal 25 februari sebelumnya sempat ditransaksikan dikisaran harga 4.000 ringgit per ton., ujar Gunawan di Medan, Rabu (11/3).
Dikatan, kenaikan harga CPO lebih dikarenakan oleh ekspektasi bahwa kenaikan harga minyak mentah akan mendorong peningkatan CPO untuk penggunaan Bio Diesel. Impactnya sangat terasa terhadap pembentukan harga produk turunan dari CPO seperti minyak goreng. Berdasarkan hasil pemantauan melalui PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis) di Sumut, rata-rata harga minyak goreng curah naik sekitar 250 per Kg pada hari ini, katanya.
Selain itu, Harga minyak goreng curah di Sumut naik dari kisaran 19.200 menjadi 19.450 per Kg. Dan bila ditelusuri lebih mendalam lagi, terjadi kenaikan dalam rentang 500 hingga 1.500 per Kg nya. Dimana di sejumlah pasar yang alami kenaikan hingga 1.500 berada di pasar brayan kota medan dan aek habil kota sibolga. Sementara pasar yang alami kenaikan harga minyak goreng sekitar 500 per Kg ada di pasar petisah kota medan. Ucapnya.
Ditambahkan, Kenaikan harga minyak goreng curah tersebut diproyeksikan akan mengikuti dinamika harga CPO dunia yang dipengaruhi oleh perang Iran – AS/Israel. Karena kenaikan harga CPO lebih mencerminkan fluktuasi pada harga komoditas energi seperti minyak mentah. Demand atau permintaan minyak goreng memang tengah alami kenaikan selama Ramadhan hingga Idul fitri.
Namun pola kenaikan yang paling tajam itu terjadi disaat jelang Ramadhan dan H-7 hingga Idul Fitri nantinya. Kenaikan harga minyak goreng curah pada saat ini lebih dipegaruhi oleh sisi eksternal, dimana ada tarikan permintaan untuk eskpor sementara disii lain harus memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri. Sejauh ini komoditas pangan minyak goreng menjadi satu-satunya komoditas Sembako yang terdampak dari perang di timur tengah., tutup Gunawan. Abi



























