PALAS (HARIANSTAR.COM) – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Gus Irawan Pasaribu bersama perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Sibolga, Darmawan menggelar Diskusi Publik yang membahas implementasi QRIS menuju Masyarakat Non Tunai.
Acara ini dilaksanakan di Aula Hotel Al-Marwah Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas Jumat (20/10/2023).
Plt Bupati Palas, drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu menyampaikan, transaksi non tunai ini akan dilakukan pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas.
“Dilingkungan Pemkab Palas harus sudah menerapkan pembayaran non tunai di tahun mendatang, setiap transaksi sudah melalui pembayaran tanpa menggunakan uang tunai sehingga mempersempit terjadinya penyalah gunaan anggaran yang ada,” tegas Plt Bupati.
“Kita harus bersiap, karena ini sangat penting dan sudah terjadi, kita sudah melihat seperti yang sudah dijelaskan tadi oleh perwakilan BI Cabang Sibolga. Untuk itu kepada seluruh peserta menjadi penyambung lidah kepada masyarakat, untuk menyampaikan apa yang telah di sampaikan oleh BI, Gus Irawan,” lanjutnya.
Sebelumnya Perwakilan BI Sibolga, Darmawan selaku Kebijakan SP dan Pengawasan SPPUR pada diskusi publik ini memberikan penjelasan kepada peserta diskusi publik terkait penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang bertujuan untuk kenyamanan dan kecepatan dalam bertransaksi.
Darmawan turut mengajak kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk beralih menggunakan QRIS dalam bertransaksi dengan tujuan transaksi yang aman dan cepat.
“Sampai dengan Juni 2023 di Kabupaten Palas Merchand QRIS berjumlah 6.496, total transaksi QRIS kwartal pertama 2023, 945 juta dari 5956 transaksi. Jadi rata rata perbulan transaksinya 1.489, terus nominalnya rata rata 236 juta, sehingga transaksinya bisa cepat dan aman serta tepat waktu,” jelasnya.
Sementara itu, H Gus Irawan Pasaribu menyampaikan, penggunaan QRIS dalam bertransaksi non tunai sangat menguntungkan dan efisien serta menghemat waktu.
“Transaksi menggunakan QRIS ini disebut juga Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Hemat), sehingga menjadikan cepat mudah aman dan sangat efisien,” sebut mantan Direktur Bank Sumut selama 3 Priode tersebut.
Gus Irawan yang juga Ketua DPW Partai Gerindra Sumut juga menilai semakin kecilnya potensi penyelewengan di lingkungan pemerintah setelah menggunakan transaksi non tunai.
“Transaksi melalui non tunai menghilangkan korupsi, karena pembayaran dalam transaksi non tunia akan tercatat dan tepat pada sasaran yang dituju,” sebutnya.
Acara itu juga dihadiri Pimpinan OPD Kabupaten Palas, Anggota DPRD Kabupaten Palas dari Fraksi Partai Gerindra, Romi Parmonangan Nasution, SH, Sekertaris DPC Partai Gerindra Palas, Abdul Adi Safran Harahap, SH, M.Kn, Pimpinan Bank Se-Palas, Kepala Desa, Pimpinan Ormas, OKP Kemahasiswaan, bersama anggota, serta para peserta dan tamu undangan lainnya. (HS-1)

























