SEI LEPAN (HARIANSTAR.COM) – Stunting adalah gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi, di mana dalam jangka pendek dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan fisik pada anak. Hal tersebut bisa dicegah melalui pengasuhan 1000 HPK.
Hal itu dikatakan Ketua Pokja Advokasi dan KIE Perwakilan BKKBN Sumut Dra. Rabiatun Adawiyah, MPHR pada kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus bersama salah satu anggota Komisi IX DPR-RI, Delia Pratiwi Br. Sitepu Dapil Sumut III, Rabu (23/8/2023) lalu.
Kegiatan itu dilaksanakana di Desa Lama, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.
Camat Sei Lepan Muhammad Iqbal Ramadhan, SE yang membuka kegiatan itu menyambut baik kedatangan BKKBN Sumut dan Komisi IX DPR-RI untuk sosialisasikan Program Percepatan Penurunan Stunting.
Menurutnya, warga Kecamatan Sei Lepan masih banyak yang belum mengetahui apa saja yang menjadi indikator keluarga beresiko Stunting, dan bagaimana langkah-langkah pencegahannya.
Sementara Rabiatun Adawiyah dihadapan peserta mengatakan,
kita bisa cegah stunting sejak 1000 hari kehidupan pertama, sejak masa kehamilan.
“Mari kita lebih memperhatikan barangkali istri, keluarga, tetangga kita yang hamil, mulai dijaga kesehatannya, diperhatikan asupan dan nustrisinya agar anak lahir terhindar dari stunting,” imbaunya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi jamban dan sumber air bersih yang mumpuni dapat membuat keluarga terhindar dari resiko Stunting.
Sedangkan Delia Pratiwi menyampaikan, turut mendukung program yang disosialisasikan BKKBN. Ia mengajak masyarakat di Kecamatan Sei Lepan untuk ikut serta ber-KB, karena menurutnya ber-KB menjadi salah satu cara untuk terhindar dari Stunting. Memberikan ASI eksklusif sampai dengan 6 Bulan dan MPASI yang bergizi sampai dengan usia 2 tahun.
Kegiatan tersebut dihadiri dari Koramil, perangkat desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan diikuti sebanyak 350 peserta yang berasal dari masyarakat setempat. (Rel/GS)



























