TEHERAN (HARIANSTAR.COM) – Iran menegaskan Selat Hormiz tetap tertutup.
Hal itu dikatakan Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Muda Ali Ozmaei.
Ia juga menyatakan bahwa pasukan Iran memiliki kendali penuh dan menentukan atas pergerakan di jalur air strategis tersebut.
“Selat Hormuz tertutup. Kendali kami atas pergerakan sepenuhnya dan menentukan. Tidak ada pergerakan di selat ini yang luput dari pengawasan pesawat tempur Angkatan Laut IRGC,” katanya dilansir dari Tasnim, Jumat (14/8/2026).
“Realitas sebenarnya harus dilihat di lapangan, bukan dalam komunike dan pernyataan para pejabat AS,” tambahnya.
Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi memperingatkan AS agar tidak melakukan kesalahan perhitungan intelijen yang lebih besar lagi terkait Selat Hormuz.
Dalam unggahan di akun X-nya pada hari Kamis, Araqchi mengatakan bahwa kegagalan intelijen AS sebelumnya telah menyebabkan Washington salah perhitungan terkait perang melawan Iran, dan memperingatkan bahwa masalah yang sama kini dapat memengaruhi penilaiannya terhadap Selat Hormuz.
“AS telah lama salah perhitungan karena kegagalan intelijen. Contohnya: Perang di Iran. Sekarang, kesalahan perhitungan yang lebih besar lagi di Selat Hormuz,” tulisnya.
“Lebih buruk daripada berita palsu adalah intelijen palsu. Berhati-hatilah,” menteri Iran memperingatkan AS.
Pernyataan tersebut muncul setelah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Washington memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz. Trump menulis di platform Truth Social miliknya pada hari Rabu, “SAYA PIKIR KITA AKAN MEMPERTAHANKANNYA,” merujuk pada jalur air tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan menyusul perang agresi AS-Israel terhadap Iran.
Klaim Trump muncul ketika pengiriman komersial melalui jalur air strategis tersebut tetap berkurang tajam. Menurut data yang dilaporkan oleh Reuters, jumlah kapal yang terlacak melintasi Selat Hormuz turun ke level terendah dalam satu minggu, yaitu delapan kapal, yang mencerminkan keraguan berkelanjutan di antara kapal-kapal untuk melewati jalur air tersebut, yang semakin tidak aman di tengah kehadiran militer AS di wilayah tersebut.
Aragchi juga mengatakan, Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai AS mengakhiri perang dan blokade, mencairkan aset Iran, dan menyetujui gencatan senjata di seluruh wilayah yang mencakup Lebanon dan Gaza. Tidak ada pembukaan kembali sampai syarat-syarat ini terpenuhi.




















