MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Nama Ha Young beberapa waktu belakangan menjadi sorotan publik.
Bukan karena penampilan Ha Young dalam kisah drama yang diperankannya, melainkan latar belakang keluarganya.
Ternyata kakek buyut Ha Young merupakan sosok Pro-Jepang. Dan kabar ini pun menimbulkan amarah warganet Korea Selatan.
Aktris Korea Selatan yang baru-baru ini berperan sebagai Go Eun Sae dalam drama Our Sticky Love, tampil di acara “Problem Child in House” di KBS2.
Dalam acara tersebut, Ha Young bercerita empat generasi keluarganya berprofesi sebagai dokter. Mulai dari kakek buyut, kakek, ayah, hingga kakak perempuannya, semua berprofesi sebagai dokter.
Ha Young pun mengatakan kakek buyutnya pernah belajar kedokteran di Jepang sebelum membuka klinik bergaya Barat di Hanyang (Seoul) dan merawat Raja Gojong.
Setelah siaran acara tersebut, spekulasi menyebar bahwa kakek buyut yang disebutkan Ha Young adalah dokter Ahn Sang Ho.
Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh agensi Ha Young, BISTUS Entertainment.
Setelah itu, muncul catatan yang menunjukkan nama Ahn Sang Ho ada dalam daftar anggota dewan Daejeong Chinmokhoe atau organisasi pro-Jepang pada 1916.
Hal ini memicu kontroversi mengenai aktivitas sang kakek buyut selama periode kolonial Jepang di Korea Selatan.
Pada Senin (10/8/2026), BISTUS Entertainment merilis pernyataan resmi, mengatakan tuduhan terkait dugaan aktivitas pro-Jepang Ahn Sang Ho tidak berdasar. Namun, sehari kemudian, agensi tersebut meminta maaf.
“Kami dengan tulus meminta maaf karena telah menimbulkan kebingungan dengan tergesa-gesa menanggapi bahwa laporan tersebut ‘tidak berdasar’ tanpa verifikasi yang memadai,” begitu isi pernyataan agensi sehari berikutnya.
Dalam pernyataan lengkapnya, BISTUS Entertainment juga mengatakan Ha Young merasa sangat sedih karena kisah keluarganya tanpa disengaja menimbulkan kontroversi.
Agensi tersebut juga mengakui betapa pentingnya verifikasi cermat saat menyampaikan fakta sejarah dan latar belakang seseorang kepada publik.
“Aktris Ha Young juga sangat memperhatikan kekhawatiran yang disebabkan oleh insiden ini, dan ia akan melakukan aktivitasnya di masa mendatang dengan sikap yang lebih hati-hati dan rendah hati,” demikian pernyataan agensi. (*)




















