MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Harga minyak mentah dunia kembali melonjak pada awal pekan ini. Harga minyak mentah ditransaksikan naik dikisaran $84.6 per barel untuk jenis Brent. Kenaikan harga minyak mentah tersebut terjadi disaat pasar menilai tidak ada progress positif dari rencana dialog antara Iran dengan AS. Sebelumnya Menteri Keuangan AS menyatakan bahwa kesepakatan membuka selat hormuz dengan jaminan kebebasan lalu lintas bisa tercapai paling cepat Rabu minggu lalu.
Namun belakangan Iran justru memberikan pernyataan yang mengejutkan dimana Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS. Ketegangan di selat hormuz kian memanas setelah Houthi menyerang perusahaan pengolahan minyak Arab Saudi. Kabar baiknya, sentimen negatif tersebut tidak serta merta memicu tekanan pada pasar keuangan di Asia, ujar Gunawan Benjamin Pengamat Ekonomi Sumut, di Medan, Senin (10/8) pagi.
Ditambahkan Mayoritas bursa saham di Asia ditransaksikan menguat, IHSG juga menguat di level 6.440. Penguatan IHSG di sesi pembukaan perdagangan pagi ini juga ditopang dengan penguatan mata uang Rupiah di level 17.815 per US Dolar. Rupiah menguat sejalan dengan melemahnya kinerja USD Index di kisaran level 99.6.
Dengan penguatan IHSG dan Rupiah di sesi perdagangan pagi, Rupiah berpeluang untuk mampu tetap berada di zona hijau selama sesi perdagangan berlangsung, ucap Gunawan
Sementara IHSG akan lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika pasar saham di Asia. Dan diproyeksikan akan mampu bertahan di zona hijau hingga sesi penutupan perdagangan. IHSG berpeluang bergerak dalam rentang 6.400 hingga 6.480, sementara Rupiah berpeluang ditransaksikan dalam rentang 17.790 hingga 17.870 per US Dolar.ungkapnya
Terpisah,harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level $4.330 per ons troy, atau sekitar 2.49 juta per gramnya. Harga emas sejauh ini masih mampu bertahan di atas $4.300 ditengah ancaman inflasi seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.
Disisi lain tensi geopolitik yang memburuk mendorong pelaku pasar untuk beralih ke aset save haven, tutup Gunawan. (Abi)




















