• Latest
  • Trending
  • All
Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya

Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya

4 Juli 2026
Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis

26 Oktober 2026
Bapenda Medan Hadirkan ‘Pojok PBB Goes to Kecamatan’

Bapenda Medan Hadirkan ‘Pojok PBB Goes to Kecamatan’

26 Oktober 2026
BRI dan BPN Jalin Kerja Sama Fasilitasi Pendampingan Usaha

BRI dan BPN Jalin Kerja Sama Fasilitasi Pendampingan Usaha

26 Oktober 2026
Rico Waas: Perbedaan Bukan Sekat, Melainkan Kekuatan Kota Medan

Rico Waas: Perbedaan Bukan Sekat, Melainkan Kekuatan Kota Medan

26 Oktober 2026
Rico Waas Lepas Ribuan Peserta Korpasgat Charity Run 2026

Rico Waas Lepas Ribuan Peserta Korpasgat Charity Run 2026

26 Oktober 2026
Apes, Maling Sawit Kebun PTPN IV Diamankan, Temannya Kabur

Apes, Maling Sawit Kebun PTPN IV Diamankan, Temannya Kabur

26 Oktober 2026
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pentolan Geng Motor, 8 Butir Ekstasi Disita

Polrestabes Medan Ringkus 2 Pentolan Geng Motor, 8 Butir Ekstasi Disita

26 Oktober 2026
Polres Karo Gelar Operasi Patuh Toba 2026 Selama 14 Hari

Polres Karo Gelar Operasi Patuh Toba 2026 Selama 14 Hari

26 Oktober 2026
Inspektur Upacara di SMA Negeri 2 Kabanjahe, Kapolres Karo Motivasi Siswa Raih Cita-Cita

Inspektur Upacara di SMA Negeri 2 Kabanjahe, Kapolres Karo Motivasi Siswa Raih Cita-Cita

26 Oktober 2026
38 Kontingen LP3KD Kabupaten Karo Siap Berlaga di Pesparani Sumut

38 Kontingen LP3KD Kabupaten Karo Siap Berlaga di Pesparani Sumut

26 Oktober 2026
Kapolres Langkat Pimpin Strong Point Pagi dan Apel Operasi Patuh Toba 2026

Kapolres Langkat Pimpin Strong Point Pagi dan Apel Operasi Patuh Toba 2026

26 Oktober 2026
Pimpin Upacara di SMPN 9 Padangsidimpuan, Kapolsek Ajak Siswa Jauhi Narkoba dan Stop Perundungan

Pimpin Upacara di SMPN 9 Padangsidimpuan, Kapolsek Ajak Siswa Jauhi Narkoba dan Stop Perundungan

26 Oktober 2026
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home PENDIDIKAN

Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya

by Ratih
4 Juli 2026
in PENDIDIKAN
Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya
FacebookWhatsappTelegram

MEDAN (HARIANSTAR.COM)- Fenomena gempa ganda (seismic doublet) yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat menjadi perhatian para ahli karena tergolong sangat langka.

Rangkaian dua berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam selang 39 detik menewaskan sedikitnya 1.943 orang, melukai lebih dari 10 ribu orang, serta memaksa lebih dari 15 ribu warga mengungsi berdasarkan laporan otoritas setempat hingga 30 Juni.

Baca Juga

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis

Pimpin Upacara di SMPN 9 Padangsidimpuan, Kapolsek Ajak Siswa Jauhi Narkoba dan Stop Perundungan

Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik

Menurut pakar kebumian sekaligus dosen Teknik Geofisika Universitas Pertamina (UPER), Iktri Madrinovella, M.Si., besarnya dampak gempa di Venezuela dipengaruhi oleh fenomena seismic doublet, yaitu dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan dalam waktu sangat singkat. Meski jarang terjadi, fenomena ini dapat memperparah dampak bencana karena masyarakat harus menghadapi dua guncangan besar dalam waktu yang nyaris bersamaan.

“Pada kasus di Venezuela, gempa pertama diduga memicu pergerakan patahan aktif di sekitarnya sehingga terjadi gempa kedua yang kekuatannya lebih besar hanya 39 detik kemudian. Rangkaian guncangan inilah yang dapat memperparah dampak kerusakan dibandingkan jika hanya terjadi satu gempa besar,” jelas Iktri.

Menurut Iktri, wilayah utara Venezuela berada di pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan yang didominasi oleh sesar geser (strike-slip), yaitu patahan yang menyebabkan dua bagian kerak bumi saling bergeser secara mendatar. Pergerakan yang terus berlangsung membuat tekanan di sepanjang patahan terus menumpuk hingga akhirnya dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.

Meski terjadi di Amerika Selatan, Iktri menilai fenomena tersebut memiliki relevansi bagi Indonesia yang sama-sama berada di kawasan tektonik aktif. Menurutnya, karakteristik geologi serupa juga dijumpai di sejumlah wilayah Indonesia sehingga pembelajaran dari peristiwa ini penting untuk memperkuat upaya mitigasi bencana di dalam negeri.

Gempa Mentawai-Bengkulu pada 2007 maupun gempa Lombok pada 2018 menjadi contoh bahwa rangkaian gempa besar dapat terjadi akibat aktivitas tektonik yang saling berkaitan. Ketika terjadi gempa besar, tekanan di dalam kerak bumi dapat berubah dan memicu pergerakan pada patahan atau zona subduksi di sekitarnya sehingga memunculkan gempa berikutnya.

“Rangkaian gempa seperti yang terjadi di Venezuela juga berpotensi terjadi pada sejumlah jalur patahan aktif di Indonesia, termasuk Sesar Sumatera dan Palu-Koro. Karena itu, mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemetaan wilayah rawan dan pembangunan infrastruktur yang aman hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Iktri.

Salah satu bentuk mitigasi tersebut ialah pemetaan kerentanan seismik yang menjadi dasar penyusunan tata ruang dan pembangunan infrastruktur tahan gempa. Pendekatan ini diterapkan Iktri melalui penelitian kolaboratif di kawasan pesisir Teluk Palu menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR), yang menunjukkan adanya wilayah dengan tingkat kerentanan seismik tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai tingkat kerentanan suatu wilayah perlu menjadi dasar dalam penyusunan tata ruang, pembangunan infrastruktur, dan standar bangunan tahan gempa agar risiko kerusakan dapat dikurangi.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., mengatakan bahwa peristiwa di Venezuela menjadi pengingat bahwa investasi pada riset kebencanaan sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.

“Sebagai perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang energi dan kebumian, Universitas Pertamina berkomitmen memperkuat riset, inovasi, serta kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung mitigasi bencana di Indonesia. Pembelajaran dari berbagai peristiwa global menjadi dasar untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana,” ujar Prof. Djoko. (*)

Post Views: 339
Tags: Gempa Ganda di VenezuelaPakar UPERPenjelasan IlmiahUper
ShareSendShare
Ratih

Ratih

Baca Juga

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis
HEADLINE

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis

26 Oktober 2026
Pimpin Upacara di SMPN 9 Padangsidimpuan, Kapolsek Ajak Siswa Jauhi Narkoba dan Stop Perundungan
PENDIDIKAN

Pimpin Upacara di SMPN 9 Padangsidimpuan, Kapolsek Ajak Siswa Jauhi Narkoba dan Stop Perundungan

26 Oktober 2026
Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik
PENDIDIKAN

Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik

21 Oktober 2026
Bupati Karo dan Kajari Perkuat Sinergi Pendidikan Melalui Program Jaksa Sahabat Pendidik
PENDIDIKAN

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Sinergi Pendidikan Melalui Program Jaksa Sahabat Pendidik

21 Oktober 2026
Polres Karo Sosialisasikan Penerimaan Murid Baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028
PENDIDIKAN

Polres Karo Sosialisasikan Penerimaan Murid Baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028

15 Oktober 2026
Antisipasi Risiko Kerugian di Industri Energi, UPER Dorong Pengelolaan Risiko Berbasis Aktuaria
PENDIDIKAN

Antisipasi Risiko Kerugian di Industri Energi, UPER Dorong Pengelolaan Risiko Berbasis Aktuaria

8 Oktober 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In