TEHERAN (HARIANSTAR.COM) – Majelis Ahli Kepemimpinan Iran mengeluarkan pernyataan penting terkait Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui surat yang ditandatangani oleh 62 dari 86 anggota majelis dan ditujukan kepada para pejabat pemerintah serta tim perunding Iran, Sabtu (27/6) seperti dikutip dari gaza media.
Sumber Pernyataan Majelis Ahli Kepemimpinan Iran (Assembly of Experts), sebagaimana dikutip dalam naskah yang beredar menyebutkan. Majelis Ahli menegaskan sejumlah poin yang harus menjadi pedoman dalam proses negosiasi dan kebijakan strategis Iran. Berikut isi pernyataannya:
1. Patuhi garis merah Pemimpin Tertinggi
Majelis menyerukan agar para negosiator belajar dari pengalaman perundingan sebelumnya dan tetap waspada terhadap apa yang mereka sebut sebagai tipu daya musuh. Mereka menegaskan bahwa mematuhi garis-garis merah yang ditetapkan Pemimpin Tertinggi merupakan kewajiban yang tidak boleh dilanggar.
2. Tuntutan penegakan keadilan
Majelis menekankan pentingnya mengupayakan pembalasan atas gugurnya para pemimpin Iran serta menyerukan agar Donald Trump dan Benjamin Netanyahu dihadapkan kepada proses keadilan.
3. Respons terhadap pelanggaran gencatan senjata
Majelis menyatakan bahwa setiap pelanggaran terhadap nota kesepahaman harus segera ditanggapi. Mereka juga menilai pembukaan Selat Hormuz di tengah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Lebanon dan belum ditariknya pasukan dari wilayah pendudukan merupakan kesalahan strategis.
4. Hak nuklir tidak untuk dinegosiasikan
Majelis kembali menegaskan bahwa hak nuklir Iran tidak boleh menjadi bagian dari agenda perundingan dan harus sepenuhnya dikeluarkan dari pembahasan.
5. Tuntutan strategis Iran
Majelis menyebut penguatan kendali atas Selat Hormuz, kompensasi atas kerugian perang, pembebasan aset yang dibekukan, pencabutan seluruh sanksi, serta penarikan Amerika Serikat dari kawasan sebagai tuntutan yang tidak dapat ditawar.
6. Hindari pernyataan yang menunjukkan kelemahan
Para pejabat diminta menghindari pernyataan yang dapat memberikan kesan bahwa Iran berada dalam posisi lemah. Menurut Majelis, keteguhan kelompok perlawanan telah melemahkan posisi Amerika Serikat.
7. Keputusan Pemimpin Tertinggi bersifat final
Majelis menegaskan bahwa dalam sistem Wilayah al-Faqih, keputusan Pemimpin Tertinggi merupakan keputusan akhir sehingga tidak ada pejabat yang boleh mengambil sikap yang bertentangan dengannya.
8. Hindari negosiasi yang berlarut-larut
Majelis menilai pihak lawan hanya berupaya membeli waktu untuk kepentingan strategis. Karena itu, mereka meminta agar seluruh isu dalam nota kesepahaman diselesaikan dalam tenggat waktu 30 hingga 60 hari dan menolak perundingan yang berkepanjangan.
9. Seruan kepada rakyat
Majelis mengajak masyarakat Iran untuk terus menjaga persatuan, tetap hadir mendukung kepemimpinan negara, serta tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang dinilai berupaya memecah belah.
10. Komitmen Majelis Ahli
Sebagai penutup, Majelis Ahli menegaskan akan terus berdiri bersama Pemimpin Tertinggi dan rakyat Iran. Mereka juga menyatakan akan menjalankan kewajiban mereka apabila dipandang diperlukan, sembari berharap para pejabat memenuhi seluruh syarat dan komitmen yang telah ditetapkan.
Pernyataan ini menegaskan sikap Majelis Ahli Kepemimpinan Iran dalam mendukung kebijakan Pemimpin Tertinggi, terutama terkait arah negosiasi, isu nuklir, serta kebijakan strategis negara di tengah dinamika kawasan Timur Tengah.



























