MEDAN (HARIANSTAR.COM)– Kinerja bursa saham di Asia pada perdagangan pagi ini alami kenaikan setelah Presiden AS Donald Trump memberikan arahan akan potensi adanya pembicaraan langsung antara Iran dengan AS.
Meskipun hal tersebut dibantah oleh pihak Iran, namun pasar merespon positif rencana de-eskalasi perang tersebut. Harga minyak mentah dunia kembali turun di bawah level 100.
Hal tersebut diucapkan oleh Gunawan Benjamin, Pengamat Ekonomi Sumut, Rabu (25/3).
Dimana untuk harga minyak jenis WTI ditransaksikan dikisaran $87 per barel, sementara jenis Brent ditransaksikan dikisaran $97 per barelnya.
Penurunan pada harga minyak mentah ini juga turut direspon dengan penguatan mayoritas bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini. Namun IHSG masih dibuka melemah di level 7.084 seiring dengan penyesuaian kinerjanya dengan mayoritas bursa saham di Asia, setelah libur panjang Nyepi dan Idul Fitri kemarin, katanya.
Walaupun sejauh ini IHSG kerap berbalik arah dan ditransaksikan di zona hijau. Sementara itu mata uang Rupiah ditransaksikan menguat ke level 16.910 per US Dolar.
Sinyal kemungkinan terjadinya de-eskalasi perang menjadi kabar positif pada perdagangan hari ini. Setelah sebelumnya sempat dikuatirkan bahwa perang yang memanas selama liburan panjang berpotensi memicu terjadinya koreksi pada mata uang Rupiah, ucap Gunawan.
Disisi lain, harga emas dunia juga kembali menguat dikisaran level $4.590 per ons troy, atau sekitar 2.4 juta per gramnya. Penurunan harga minyak mentah dunia kembali mendorong kemungkinan bahwa laju tekanan inflasi berpeluang mereda di masa mendatang. Dan mengikis kemungkinan penundaan pemangkasan bunga acuan di tahun 2026,pungkas Gunawan.(abi)



























