• Latest
  • Trending
  • All
Ketika Data Menjadi Air Mata: Kolaborasi Jurnalis Perempuan dan Seniman Hadirkan Teater Kemanusiaan di Medan

Ketika Data Menjadi Air Mata: Kolaborasi Jurnalis Perempuan dan Seniman Hadirkan Teater Kemanusiaan di Medan

10 Maret 2026
Bupati Karo Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karo Penyampaian Laporan Hasil Reses 1 Tahun Sidang II Tahun 2026

Bupati Karo Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karo Penyampaian Laporan Hasil Reses 1 Tahun Sidang II Tahun 2026

10 Maret 2026
Penutupan Pelindo Ramadhan Fest 2026 Dimeriahkan Undian Umroh, Dua Warga Berangkat ke Tanah Suci

Penutupan Pelindo Ramadhan Fest 2026 Dimeriahkan Undian Umroh, Dua Warga Berangkat ke Tanah Suci

10 Maret 2026
Iran Gunakan Hulu Ledak Berat Untuk Gempur AS-Israel

Iran Gunakan Hulu Ledak Berat Untuk Gempur AS-Israel

10 Maret 2026
Rudal Balistik Kedua Masuk ke Turki, Erdogan Peringatkan Iran

Rudal Balistik Kedua Masuk ke Turki, Erdogan Peringatkan Iran

10 Maret 2026
KPPU Kanwil I Sidak Pasar di Medan, Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok Selama Ramadan

KPPU Kanwil I Sidak Pasar di Medan, Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok Selama Ramadan

10 Maret 2026
PPDS Hospital Based, RS Adam Malik Ditetapkan Sebagai RSPPU oleh Kemenkes RI

PPDS Hospital Based, RS Adam Malik Ditetapkan Sebagai RSPPU oleh Kemenkes RI

10 Maret 2026
Stok BBM Aman, Harga Tidak Akan Naik Hingga Lebaran

Stok BBM Aman, Harga Tidak Akan Naik Hingga Lebaran

10 Maret 2026
19.509 Jemaah Umrah Kembali ke Indonesia, Kemenhaj Terus Pantau Pemulangan

19.509 Jemaah Umrah Kembali ke Indonesia, Kemenhaj Terus Pantau Pemulangan

10 Maret 2026
Trump dan Putin Bahas Soal Perang Iran

Trump dan Putin Bahas Soal Perang Iran

10 Maret 2026
PABERSI dan POGTI Sumut Gelar Buka Puasa Bersama: Ungkap Syukur Angkat Berat Dipertandingkan di PON NTT  

PABERSI dan POGTI Sumut Gelar Buka Puasa Bersama: Ungkap Syukur Angkat Berat Dipertandingkan di PON NTT  

10 Maret 2026
Libur Lebaran 2026, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN di Seluruh Indonesia

Libur Lebaran 2026, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN di Seluruh Indonesia

10 Maret 2026
Indosat Pastikan Jaringan di Aceh Aman Selama Ramadan, Hadirkan Program Surau Berdaya

Indosat Pastikan Jaringan di Aceh Aman Selama Ramadan, Hadirkan Program Surau Berdaya

10 Maret 2026
Selasa, Maret 10, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home KOMUNITAS

Ketika Data Menjadi Air Mata: Kolaborasi Jurnalis Perempuan dan Seniman Hadirkan Teater Kemanusiaan di Medan

by Admin
10 Maret 2026
in KOMUNITAS
Ketika Data Menjadi Air Mata: Kolaborasi Jurnalis Perempuan dan Seniman Hadirkan Teater Kemanusiaan di Medan
FacebookWhatsappTelegram

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Di balik angka statistik dan laporan berita bencana yang perlahan tenggelam dalam arus informasi, masih ada ribuan nyawa yang terus bergelut di tengah puing-puing rumah dan desa yang hancur. Sebuah pesan kemanusiaan yang sering kali terabaikan oleh media arus utama, kini “dihidupkan” kembali melalui panggung teater dalam rangka peringatan International Women Day 2026.

Pada Sabtu (7/3/2026), Auditorium Bung Karno Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) di Jalan Sunggal, Kota Medan, menjadi saksi bisu sebuah fenomena baru dalam dunia jurnalistik dan seni. Pementasan teater bertajuk “Ketika Air Datang, Perempuan Bertahan” digelar oleh Forum Jurnalis Perempuan Indonesia sebagai wujud kepedulian terhadap para penyintas bencana di Sumatera. Ini juga sesuai dengan tema International Women Day 2026 dari UN Women, yaitu “Rights. Justice. Action. For All Women and Girls”.

Baca Juga

Spektakel Lidah Gen Z, Ruang Kreatif untuk Mendekatkan Anak Muda dengan Rempah

ASB Soroti Kekerasan terhadap Perempuan Pembela HAM, Dorong Perlindungan dan Solidaritas

Dari Foto ke Aksi Nyata, “Usai Bandang” Satukan Empati untuk Korban Banjir Sumatra

Performance Journalism: Jurnalis Turun ke Panggung

Berbeda dari liputan konvensional yang hanya mengandalkan data dan wawancara, pementasan ini mengusung konsep performance journalism atau jurnalisme pertunjukan. Para jurnalis yang biasanya duduk di balik meja, diajak untuk memainkan seni peran dan mengenali dunia teater untuk menyampaikan pesan tentang tragedi kebencanaan yang terjadi di Sumatera.

“Ini adalah kreativitas baru di dunia jurnalisme, bahwa pesan jurnalistik tidak hanya bisa disampaikan melalui platform yang biasa seperti televisi, radio, koran atau media online, tapi juga bisa melalui pertunjukan seni seperti teater. Ini merupakan strategi baru dunia media dalam menarik perhatian tentang suatu peristiwa,” jelas Ketua Umum Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Khairiah Lubis.

Khairiah mengungkapkan, FJPI berkolaborasi dengan Rumah Literasi Ranggi (RLR), dan komunitas teater Medan Teater Tronic (MTT) untuk mewujudkan pertunjukan jurnalistik ini. Menurutnya, ide ini muncul setelah para jurnalis turun langsung ke lapangan meliput bencana.

“Saat bencana di Sumatera terjadi, kami sebagai jurnalis turun langsung melihat kondisi para korban. Sekarang suara mereka sudah jarang terdengar di televisi, radio, atau media lainnya, padahal dampak bencana itu masih belum selesai,” ujar Khairiah, yang akrab disapa Awi.

Awi menyebutkan data dari Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Nasional bahwa hingga awal Ramadan, sekitar 13.000 warga korban bencana Sumatera masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Sebagian hidup di tenda pengungsian, ada juga yang menyewa rumah, dan sebagian lain membuat tenda di atas tapak rumah masing-masing, atau bertahan di rumah rusak.

“Kondisinya belum banyak berubah, apalagi menjelang Lebaran ini, para pengungsi butuh perhatian. Kami berterima kasih sekali kepada pihak-pihak yang dari awal langsung mendukung aksi seni, jurnalistik dan sosial ini, seperti dari sekolah YPSIM Bapak Sofyan Tan, Bapak Mujianto dari Tzu Chi dan DAAI TV, serta Erna Balet yang menghadirkan penari baletnya di teater ini,” katanya.

Fokus pada Ketahanan Perempuan

Judul pementasan, “Ketika Air Datang, Perempuan Bertahan”, bukan sekadar hiasan. Naskah yang ditulis oleh Ranggini Krisna ini meramu kegelisahan nyata para jurnalis terhadap kondisi para penyintas bencana, dengan fokus khusus pada peran perempuan.

“Kita tahu naskah hanya rangkaian kata yang tidak punya nyawa. Tapi ketika dimainkan oleh para aktor, kata-kata itu bisa hidup dan menyampaikan pesan,” kata Ranggini, pendiri Rumah Literasi Ranggi.

Ia menjelaskan bahwa cerita ini diangkat dari kisah nyata, terutama perempuan yang harus tetap kuat di tengah situasi sulit. Salah satu adegan yang paling menyentuh diperankan oleh Emma Matondang, yang memerankan sosok ibu kehilangan hampir segalanya akibat banjir namun tetap berusaha menjadi kuat demi anak-anaknya.

“Dalam cerita ini, seorang ibu mencoba tetap tegar, menenangkan anak-anaknya meski dirinya sendiri sedang berduka,” kata Emma.

Bukan Sekadar Mengharukan, Tapi Menyadarkan

Sutradara teater, Hafiz Taadi, menilai kolaborasi antara jurnalis dan seniman ini menghadirkan medium baru dalam menyampaikan pesan sosial. Ia menekankan bahwa tujuan pementasan ini bukan untuk menguras air mata penonton, melainkan untuk membangkitkan kesadaran.

“Pagelaran ini bukan untuk membuat orang menangis, tetapi untuk mengingatkan bahwa ada manusia di balik peristiwa bencana itu. Ketika berita sudah senyap, mereka masih ada dan masih berjuang,” tegas Hafiz.

Pementasan ini melibatkan sekitar 20 pemain, termasuk lima jurnalis perempuan, tiga seniman teater dari Medan Teater Tronic dan Teater Dermaga serta delapan siswa Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) yang telah berlatih intensif selama dua bulan. Hafiz juga mengapresiasi keberagaman generasi yang terlibat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, menciptakan dinamika lintas generasi yang menarik.

Realitas di Balik Pameran Foto

Sebagai pelengkap teater, kegiatan ini juga menghadirkan Pameran Foto Bencana. Anggota FJPI Sumut yang merupakan fotografer freelance Mafa Yuli, memamerkan potret kondisi terkini para penyintas yang diambil langsung di lokasi bencana tiga minggu lalu.

“Pemulihan di sana belum banyak terjadi. Anak-anak penyintas bahkan banyak yang masih belum kembali bersekolah,” kata Mafa. Foto-foto yang menjadi bukti visual realitas krisis kemanusiaan di lokasi bencana ini dipamerkan dalam rangka mengumpulkan donasi untuk disumbangkan ke daerah bencana Sumatera.

Seruan Menjaga Alam dan Donasi

Dalam sambutannya, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dan Pendiri YPSIM, dr. Sofyan Tan, menekankan bahwa bencana alam bukan sekadar takdir, melainkan juga konsekuensi dari perilaku manusia.

“Bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara, Padang dan yang lainnya bukan karena kutukan Tuhan tapi karena perbuatan manusia, manusialah yang mencederai. Kegiatan ini bukan hanya mengumpulkan donasi tetapi merupakan penyadaran tentang pentingnya menjaga alam,” pungkasnya.

Melalui pementasan teater dan pameran foto bencana ini, panitia berharap masyarakat tidak melupakan para korban bencana yang hingga kini masih berjuang untuk bangkit. Selain sebagai media edukasi, kegiatan ini juga membuka pintu penggalangan donasi untuk korban bencana di Sumatera.

Post Views: 75
Tags: Air MatadataJurnalis PerempuanKolaborasisenimanTeater Kemanusiaan
ShareSendShare
Admin

Admin

Baca Juga

Spektakel Lidah Gen Z, Ruang Kreatif untuk Mendekatkan Anak Muda dengan Rempah
KOMUNITAS

Spektakel Lidah Gen Z, Ruang Kreatif untuk Mendekatkan Anak Muda dengan Rempah

28 Februari 2026
ASB Soroti Kekerasan terhadap Perempuan Pembela HAM, Dorong Perlindungan dan Solidaritas
KOMUNITAS

ASB Soroti Kekerasan terhadap Perempuan Pembela HAM, Dorong Perlindungan dan Solidaritas

28 Februari 2026
Dari Foto ke Aksi Nyata, “Usai Bandang” Satukan Empati untuk Korban Banjir Sumatra
KOMUNITAS

Dari Foto ke Aksi Nyata, “Usai Bandang” Satukan Empati untuk Korban Banjir Sumatra

21 Februari 2026
“Usai Bandang”, Ruang Refleksi Bencana Sumatra Lewat Foto dan Diskusi Publik di Medan
KOMUNITAS

“Usai Bandang”, Ruang Refleksi Bencana Sumatra Lewat Foto dan Diskusi Publik di Medan

21 Februari 2026
Bona Taon Parsadaan Toga Sirait 2026, Momentum Pererat Persaudaraan di Medan
KOMUNITAS

Bona Taon Parsadaan Toga Sirait 2026, Momentum Pererat Persaudaraan di Medan

17 Februari 2026
Aljerin Pamerkan 100 Arsip Sejarah Lukisan dan Foto: Rekam Jejak Kedekatan Jerman-Indonesia 
HEADLINE

Aljerin Pamerkan 100 Arsip Sejarah Lukisan dan Foto: Rekam Jejak Kedekatan Jerman-Indonesia 

16 Februari 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In