• Latest
  • Trending
  • All
Investigasi Al Jazeera: Senjata Terlarang Israel Diduga “Menguapkan” Ribuan Warga Gaza

Investigasi Al Jazeera: Senjata Terlarang Israel Diduga “Menguapkan” Ribuan Warga Gaza

11 Februari 2026
Cegah Penyalahgunaan NIK, Komdigi Tegaskan Operator Wajib Registrasi SIM dengan Biometrik

Cegah Penyalahgunaan NIK, Komdigi Tegaskan Operator Wajib Registrasi SIM dengan Biometrik

3 Juli 2026
APEKSI Sampaikan 10 Rekomendasi Strategis kepada Presiden, Dorong Penguatan Fiskal hingga Kota Berkelanjutan

APEKSI Sampaikan 10 Rekomendasi Strategis kepada Presiden, Dorong Penguatan Fiskal hingga Kota Berkelanjutan

3 Juli 2026
Usai Terjaring OTT KPK, DPP PAN Nonaktifkan Syah Afandin

Usai Terjaring OTT KPK, DPP PAN Nonaktifkan Syah Afandin

3 Juli 2026
KPK Periksa Syah Afandin, Sita Uang Tunai Ratusan Juta

KPK Periksa Syah Afandin, Sita Uang Tunai Ratusan Juta

3 Juli 2026
1.000 Hari Perang Gaza, Korban Tewas Capai 73.066 Jiwa

1.000 Hari Perang Gaza, Korban Tewas Capai 73.066 Jiwa

3 Juli 2026
Pewarta Polrestabes Medan Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Program Jumat Barokah

Pewarta Polrestabes Medan Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Program Jumat Barokah

3 Juli 2026
PGN SOR I Tebar Kepedulian, 20 Yayasan Sosial Terima Bantuan Rp200 Juta

PGN SOR I Tebar Kepedulian, 20 Yayasan Sosial Terima Bantuan Rp200 Juta

3 Juli 2026
Columbia Asia Hospital Aksara Edukasi Pentingnya Kesehatan Orang Tua bagi Pertumbuhan Anak

Columbia Asia Hospital Aksara Edukasi Pentingnya Kesehatan Orang Tua bagi Pertumbuhan Anak

3 Juli 2026
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Bangun Kota Tangguh

Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Bangun Kota Tangguh

3 Juli 2026
Rakernas APEKSI 2026 Jadi Momentum Berbagi Inovasi, BPKK Banda Aceh Pelajari QRESTO di Bapenda Kota Medan

Rakernas APEKSI 2026 Jadi Momentum Berbagi Inovasi, BPKK Banda Aceh Pelajari QRESTO di Bapenda Kota Medan

3 Juli 2026
KPK OTT Bupati Langkat

KPK OTT Bupati Langkat

3 Juli 2026
Lewat Tangan Airin Rico Waas, Daun Ubi Tumbuk Melesat ke Panggung Nusantara

Lewat Tangan Airin Rico Waas, Daun Ubi Tumbuk Melesat ke Panggung Nusantara

3 Juli 2026
Jumat, Juli 3, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Investigasi Al Jazeera: Senjata Terlarang Israel Diduga “Menguapkan” Ribuan Warga Gaza

by Yunsigar
11 Februari 2026
in HEADLINE, INTERNASIONAL
Investigasi Al Jazeera: Senjata Terlarang Israel Diduga “Menguapkan” Ribuan Warga Gaza

Kerabat warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel di Sheikh Nasir, berduka saat jenazah warga Palestina tersebut dipindahkan ke Rumah Sakit Nasser untuk prosesi pemakaman di Khan Yunis, Gaza pada 29 Januari 2026. (Abed Rahim Khatib – Anadolu Agency/via gazamedia).

FacebookWhatsappTelegram

GAZA (HARIANSTAR.COM) – Sebuah investigasi Al Jazeera mengungkap bahwa Israel menggunakan senjata termal dan termobarik yang dilarang secara internasional, menyebabkan ribuan jasad warga Palestina “menguap”.

Program Al Jazeera Arabic The Rest of the Story melaporkan, tim pertahanan sipil di Gaza telah mendokumentasikan lebih dari 2.800 kasus warga Palestina yang hilang tanpa jejak sejak dimulainya perang Israel di Gaza. Dalam banyak kasus, yang tersisa dari tubuh korban hanyalah potongan daging, percikan darah, atau bahkan abu.

Baca Juga

Cegah Penyalahgunaan NIK, Komdigi Tegaskan Operator Wajib Registrasi SIM dengan Biometrik

Usai Terjaring OTT KPK, DPP PAN Nonaktifkan Syah Afandin

KPK Periksa Syah Afandin, Sita Uang Tunai Ratusan Juta

Sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023, sebagian besar wilayah Jalur Gaza telah hancur. Seluruh lingkungan permukiman, termasuk sekolah, pusat usaha, dan fasilitas medis, rata dengan tanah.

Selain serangan udara, tentara dan insinyur tempur Israel dilaporkan menanam bahan peledak dan melakukan penghancuran terkontrol di dalam rumah-rumah warga. Buldozer lapis baja juga digunakan untuk meratakan bangunan secara sistematis.

Para ahli dan kesaksian lapangan mengaitkan fenomena “menguapnya” tubuh manusia dengan penggunaan senjata termal dan termobarik buatan Amerika Serikat oleh Israel. Senjata yang juga dikenal sebagai bom vakum atau aerosol ini mampu menghasilkan suhu ekstrem hingga lebih dari 3.500 derajat Celsius.

Sebagai perbandingan, titik didih air berada pada suhu 100 derajat Celsius. Panas ekstrem tersebut umumnya dihasilkan oleh tritonal, campuran TNT dan bubuk aluminium yang digunakan dalam bom buatan Amerika Serikat.

Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Basal, menjelaskan timnya mencocokkan jumlah penghuni rumah dengan jasad yang berhasil ditemukan.
“Jika sebuah keluarga menyatakan ada lima orang di dalam rumah, namun kami hanya menemukan tiga jasad utuh, maka dua lainnya baru dikategorikan ‘menguap’ setelah pencarian menyeluruh hanya menemukan jejak biologis, seperti percikan darah di dinding atau fragmen kecil seperti kulit kepala,” ujarnya kepada Al Jazeera seperti dikutip dari gaza media, Rabu (11/2/2026).

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Munir al-Bursh, menyatakan bahwa secara kimiawi, tubuh manusia yang terpapar suhu sangat tinggi dapat menguap dan berubah menjadi abu, mengingat sekitar 80 persen tubuh manusia terdiri dari air.

Investigasi tersebut juga mengidentifikasi sejumlah amunisi buatan Amerika Serikat yang digunakan di Gaza, di antaranya bom MK-84 “Hammer”, BLU-109 bunker buster, dan GBU-39 small diameter bomb.

BLU-109 dilaporkan digunakan dalam serangan di al-Mawasi, wilayah yang sebelumnya dinyatakan Israel sebagai “zona aman” bagi warga Palestina yang mengungsi, pada September 2024. Serangan tersebut disebut menyebabkan 22 warga Palestina menguap.

Sementara itu, bom GBU-39 diduga digunakan dalam serangan terhadap Sekolah al-Tabin di Gaza City bagian timur. Basal mengonfirmasi ditemukannya fragmen senjata di lokasi-lokasi tempat jasad korban tidak ditemukan.

Pada akhir November, Hamas menyerukan pembentukan komite internasional untuk menyelidiki penggunaan senjata tertentu oleh Israel, dengan tuduhan bahwa tubuh manusia “diuapkan” di Gaza.

Hingga kini, Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan menghancurkan hampir 90 persen infrastruktur di Jalur Gaza.

 

Post Views: 883
Tags: Al JazeeraDidugaInvestigasiIsraelMenguapkanRibuanSenjata TerlarangWarga Gaza
ShareSendShare
Yunsigar

Yunsigar

Baca Juga

Cegah Penyalahgunaan NIK, Komdigi Tegaskan Operator Wajib Registrasi SIM dengan Biometrik
HEADLINE

Cegah Penyalahgunaan NIK, Komdigi Tegaskan Operator Wajib Registrasi SIM dengan Biometrik

3 Juli 2026
Usai Terjaring OTT KPK, DPP PAN Nonaktifkan Syah Afandin
HEADLINE

Usai Terjaring OTT KPK, DPP PAN Nonaktifkan Syah Afandin

3 Juli 2026
KPK Periksa Syah Afandin, Sita Uang Tunai Ratusan Juta
HEADLINE

KPK Periksa Syah Afandin, Sita Uang Tunai Ratusan Juta

3 Juli 2026
1.000 Hari Perang Gaza, Korban Tewas Capai 73.066 Jiwa
HEADLINE

1.000 Hari Perang Gaza, Korban Tewas Capai 73.066 Jiwa

3 Juli 2026
KPK OTT Bupati Langkat
HEADLINE

KPK OTT Bupati Langkat

3 Juli 2026
Terobosan Baru! Perumda Tirtanadi Turunkan Tarif Pemakaian Air Juli 2026
HEADLINE

Terobosan Baru! Perumda Tirtanadi Turunkan Tarif Pemakaian Air Juli 2026

2 Juli 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In