LANGKAT (HARIANSTAR.COM) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalan Susu kembali menggelar sosialisasi keselamatan pelayaran di Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (10/2/2026) pukul 09.30 WIB.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang pertemuan KSOP Kelas IV Pangkalan Susu, Jalan Pelabuhan, Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu.
Sosialisasi dihadiri Sekretaris Camat Pangkalan Susu Suriadi, S.Sos. yang mewakili camat, Kepala KSOP Kelas IV Pangkalan Susu Merdi Loi, SE., M.M., perwakilan Koramil 15 Pangkalan Susu, Danposal AL Pangkalan Susu, Polsek Pangkalan Susu, PT Pertamina EP Pangkalan Susu, PLN PT Indonesia Power IP PNS Pangkalan Susu, para pegawai KSOP, serta para tekong bot armada angkutan umum yang beroperasi di Pelabuhan Pangkalan Susu.
Acara diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dan paparan dari Kepala KSOP Kelas IV Pangkalan Susu, Merdi Loi.
Dalam sambutannya, Merdi Loi menyampaikan bahwa sosialisasi ini ditujukan kepada nelayan tradisional dan pemilik kapal angkutan penyeberangan antar pulau agar tidak terjadi kecelakaan sekecil apa pun. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan juga pengingat bagi pemilik kapal tradisional yang melayani rute TPI Pangkalan Susu menuju Pulau Sembilan, Pulau Kampai, Pangkalan Siata, dan sebaliknya.
“Kita harus menyadari bahwa hingga saat ini penyeberangan pelayaran rakyat masih belum tertata dan terkelola dengan baik. Karena itu, kami terus mengingatkan dan mendorong pemilik kapal tradisional agar mengurus kelaiklautan kapal dan perizinan, sehingga memiliki legalitas berbadan hukum serta asuransi. Dengan demikian, kapal memiliki verifikasi dan kelaikan yang jelas,” ujar Merdi Loi.
Ia menambahkan, kewajiban pengurusan perizinan juga berlaku bagi seluruh jenis pelayaran, baik pelayaran dalam negeri, pelayaran nusantara, samudra, perintis, penumpang, maupun pelayaran industri khusus, sehingga seluruh operasional memiliki dasar hukum yang jelas.
Merdi Loi juga menyampaikan bahwa pihaknya terus berkolaborasi dengan berbagai unsur terkait dalam melakukan penertiban jalur pelayaran. Penertiban dilakukan di sepanjang alur masuk dan keluar Pelabuhan Pangkalan Susu guna memastikan keamanan dan kelancaran armada kapal yang beroperasi.
“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam penertiban jalur pelayaran. Semua dilakukan demi keselamatan bersama,” ungkapnya.
Usai sosialisasi, KSOP Kelas IV Pangkalan Susu membagikan alat keselamatan berupa life jacket kepada para tekong bot. Bantuan tersebut merupakan kontribusi dari TUKS, PT Indonesia Power IP PNS Pangkalan Susu, Pertamina EP Pangkalan Susu, dan Pertamina Patra Niaga.
Merdi Loi berharap life jacket yang dibagikan dapat selalu tersedia dan digunakan di atas kapal demi keselamatan penumpang dan awak kapal.
“Kami berharap life jacket ini selalu standby di kapal. Pembagian ini sudah berulang kali dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan pelayaran,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan life jacket secara simbolis oleh Kepala KSOP Kelas IV Pangkalan Susu bersama unsur Forkopimcam Pangkalan Susu serta perwakilan perusahaan yang turut mendukung kegiatan tersebut kepada para tekong bot. (SUR)



























