MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Suasana di depan Markas Komando (Mako) Polres Pelabuhan Belawan mendadak riuh, Senin (9/2/2026) siang. Ratusan warga Kelurahan Bagan Deli menggelar aksi unjuk rasa menuntut ketegasan aparat kepolisian atas maraknya aksi tawuran dan peredaran narkoba yang kian meresahkan.
Massa aksi didominasi kaum ibu dan bapak-bapak. Mereka menyuarakan kegelisahan atas kondisi keamanan lingkungan yang dinilai semakin tidak kondusif.
Aksi tersebut merupakan puncak kemarahan warga menyusul peristiwa berdarah yang terjadi pada Minggu (8/2/2026) pagi. Seorang warga tak bersalah, M. Dian Iqbal Saragih (33), warga Ujung Tanjung Lingkungan IV, dinyatakan meninggal dunia setelah menjadi korban salah sasaran dalam bentrokan antarkelompok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terkena hantaman petasan kembang api jenis SOS yang mengenai tubuhnya saat tawuran pecah sekitar pukul 07.00 WIB. Luka serius yang diderita korban membuat nyawanya tidak tertolong, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat.
Dalam orasinya, warga mendesak Kapolres Pelabuhan Belawan agar segera menangkap para pelaku tawuran serta memberantas akar permasalahan yang diduga menjadi pemicu konflik, yakni peredaran narkoba di wilayah Bagan Deli.
Menariknya, di tengah suasana duka dan amarah, terselip pesan satir pada salah satu spanduk yang dibawa massa. Spanduk tersebut bertuliskan:
“Pak, kami takut jadi janda. Kalau Bapak mau jadikan kami Bhayangkari, tidak apa-apa.”
Pesan tersebut menjadi sindiran sekaligus jeritan hati para istri yang merasa terancam kehilangan suami akibat situasi keamanan yang tidak menentu di lingkungan tempat tinggal mereka.
Poin utama tuntutan massa antara lain:
-
Meminta kepolisian melakukan patroli rutin di titik-titik rawan tawuran.
-
Menangkap pelaku yang menyebabkan tewasnya M. Dian Iqbal Saragih.
-
Menutup ruang gerak pengedar narkoba yang diduga menjadi pemicu bentrokan antarpemuda.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa masih berkomunikasi dengan pejabat utama Polres Pelabuhan Belawan guna mencari solusi konkret atas konflik yang terus berulang di wilayah Bagan Deli. (DRA)



























