ACEH TAMIANG (HARIANSTAR.COM) – Setelah dua pekan tak terdengar keluar akibat kerusakan pengeras suara pascabanjir, adzan kembali menggema dari Masjid Syuhada, Kabupaten Aceh Tamiang. Suara muazin kini terdengar jelas hingga ke permukiman warga, jalan lintas, dan gedung-gedung di sekitar masjid.

Pantauan di lokasi, Senin (15/12/2025) petang, warga tampak berbondong-bondong mendatangi masjid untuk menunaikan salat Magrib berjamaah. Mereka berwudhu di penampungan air yang berada di dekat pintu masuk, lalu melaksanakan ibadah dengan khusyuk.
Adzan Magrib tersebut dikumandangkan oleh personel Brimob yang bertugas di Aceh Tamiang. Masjid Syuhada sendiri berada di Jalan Lintas Banda Aceh, Desa Gampong Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Selama hampir dua minggu, sejak 26 November 2025, Masjid Syuhada lumpuh akibat banjir. Lumpur setinggi betis menumpuk di dalam dan luar masjid. Sejumlah fasilitas rusak, termasuk pengeras suara yang tidak lagi berfungsi.
Kondisi masjid mulai berangsur pulih setelah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung lokasi pada Kamis (11/12/2025). Kapolri menyatakan keprihatinannya karena adzan yang biasanya menggema ke permukiman dan perkantoran tak lagi terdengar keluar masjid.
Saat itu, Kapolri juga mendapat informasi bahwa keesokan harinya akan dilaksanakan salat Jumat, sementara masjid belum dapat digunakan. Ia pun memerintahkan personel Polri untuk membersihkan lumpur dan membangun sumur bor guna memenuhi kebutuhan air wudhu.
Komandan Pasukan Brimob I Korbrimob Polri, Brigjen Pol. Anang Sumpena, mengatakan pembersihan masjid dilakukan secara intensif sejak Kamis siang hingga Jumat dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
“Proses pembersihan lumpur hingga pembuatan sumur bor kami lakukan secara menyeluruh. Air bersih siap digunakan untuk wudhu sekitar pukul 02.30 WIB, sehingga Jumat (12/12/2025) Masjid Syuhada sudah bisa digunakan kembali untuk salat Jumat setelah dua pekan lumpuh,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Setelah masjid kembali difungsikan, persoalan lain muncul karena pengeras suara masih rusak, sehingga adzan belum terdengar keluar. Pengurus masjid kemudian menyampaikan permohonan bantuan kepada Kapolri.
Tak berselang lama, Mabes Polri mengirimkan bantuan berupa genset dan sound system. Namun, pemasangan sempat terkendala karena keterbatasan teknisi di lokasi. Hingga akhirnya, personel Polri dari Mabes Polri datang langsung untuk melakukan pemasangan.
“Alat sebenarnya sudah ada, namun belum bisa digunakan karena tidak ada teknisi. Atas perintah Aslog Kapolri, AKBP Jecky datang untuk mengaktifkan kembali Masjid Syuhada,” jelas Brigjen Anang.
Pengeras suara tersebut akhirnya terpasang sekitar tiga hari lalu. “Alhamdulillah, adzan Magrib sudah kembali berkumandang. Masyarakat sangat bersyukur atas perhatian Bapak Kapolri sehingga kegiatan ibadah di Masjid Syuhada kini kembali normal,” tambahnya.
Pengurus Masjid Syuhada, Abdullah, juga mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan Mabes Polri, mulai dari pembersihan masjid, pembangunan sumur bor, hingga bantuan genset dan sound system.
“Selama ini adzan hanya terdengar di dalam masjid. Setelah ada bantuan dari Kapolri, empat toa di atas sudah kembali berfungsi dan suara adzan terdengar keluar,” katanya.
Mabes Polri Targetkan Hidupkan Seluruh Masjid dan Fasilitas Publik
Brigjen Anang Sumpena menambahkan, tim gabungan Korbrimob Polri dan Polda Aceh tidak hanya fokus pada Masjid Syuhada. Sejumlah masjid lain juga dibersihkan dari lumpur, dipasangi pengeras suara baru, serta dibuatkan sumur bor.
Beberapa masjid tersebut antara lain Masjid Al-Hikmah, Masjid At-Taqwa, Masjid Baiturrahman, dan Masjid Jami Baiturrahman. Selain itu, sumur bor juga dibangun di sejumlah desa serta fasilitas publik, termasuk fasilitas kesehatan dan perkantoran pemerintahan.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya awal pemulihan Kabupaten Aceh Tamiang pascabanjir, mengingat air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat selain bahan pangan.
“Mabes Polri menargetkan seluruh desa, tempat ibadah, dan fasilitas pelayanan kesehatan di Aceh Tamiang dapat memiliki sumur bor. Tahap pertama disepakati sebanyak 100 titik,” pungkasnya.



























