PALEMBANG (HARIANSTAR.COM) Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 30 diperingati di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Dalam Harganas ini juga dilaksanakan Gelar Dagang Usaha Peningkatan Penndapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta pameran pembangunan di Graha Studung Kab. Banyuasin Sumatera Selatan yang berlangsung mulai 4 sampai 6 Juli 2023.
Menurut Kepala BKKBN Republik Indonesia dr. Hasto Wardoyo, SP.,OG, dalam upaya peningkatan percepatan sektor di seluruh Indonesia, kita mempunyai kelompok sektor yang jumlahnya sangat luar biasa hampir 75.000 ribu sektor di seluruh Indonesia.
Hari ini lanjut Hasto, diberikan ruang dan kesempatan untuk mengekspos produk dagang mereka. Inilah ajang kita untuk berdiskusi dan berdagang serta memperkenalkan UPPKA dan UMKM dari berbagai provinsi yang ada di seluruh Indonesia.
“Kegiatan pembukaan Banyuasin Expo merupakan contoh bahwa UPPKA dan UMKM bisa dikolaborasikan untuk pengembangan usaha yang lebih intensif dan berkelanjutan sehingga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” katanya, saat membuka pameran.
Kunjungi Stand BKKBN Sumut
Sementara itu, Deputi Bidang Latbang BKKBN Pusat Prof Rizal Damanik mengatakan upaya ekonomi keluarga berdampak pada adanya kreatifitas keluarga yang ada di kampung kampung menjadi berkualitas.
“Kesempatan pameran ini untuk promosikan produk lokal dari seluruh perwakilan nusantara. Dan ini bisa menjadi sarana saling tukar menukar informasi bahwa empek empek terkenal di daerah Palembang yang bahannya ikan,” kata Rizal saat mengunjungi stand perwakilan BKKBN Sumut.
Dengan adanya saling tukar informasi dan adanya interaksi, lanjutnya hal serupa bisa dibuat seperti di Sulawesi dengan bahan dari ikan.
“Sumut ada makanan khasnya, ada ulos yang bisa dipasarkan disini melalui UPPKA UMKM. Ini salah satu target. Ini kesempatan untuk memperluas jaringan,” ujarnya.
Menurutnya, untuk pemasaran seperti ulos tidak bisa lagi memakai cara lama ini akan tertinggal. Sekarang orang melihat melalui gadget. Kalau tidak menggunakan tehnologi informasi bagaimana mengenalkan ulos ke Indonesia dan seluruh dunia.
“Kalau secara manual hanya dikenal di sekitar kampung itu saja. Bagaimana kemasannya, cara pembayarannya sudah mulai dengan digital,” ucapnya.
Sementara itu, ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan yang mengunjungi stand perwakilan BKKBN Sumut menilai apa yang dipamerkan sudah cukup bagus.
“Stand Sumut bagus. Harapannya dari kementerian tadi agar kita bisa mengembangkan usaha usaha kecil,” katanya yang membeli kain dari stand Perwakilan BKKBN Sumut. (GS)



























