SAMOSIR (HARIANSTAR.COM) – Bupati Samosir Vandiko Gultom bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Kapolda Sumut ikut menghadiri Pesta Syukuran Pomparan Raja Naiambaton (Parna) Indonesia yang digelar di Pantai Tandarabun, Desa Dosroha, Simanindo, Sabtu (8/7/2023), Samosir.
Pesta Syukuran tersebut berlangsung tanggal 6-8 Juli 2023, dengan tema “Melestarikan Budaya dan Identitas Bangsa”.
Turut hadir diantaranya mewakili Pangdam I/BB, Dirpolair Polda Sumut, Inspektur Provsu Lasro Marbun, Dirut Bank Sumut Babay Parid Wazdi, Wakil Bupati Samosir, Kapolres Samosir, Pj. Sekdakab, Asisiten, Pimpinan OPD, dan Camat Simanindo.
Ketua Pomparan Parna Indonesia Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon menyampaikan, selamat datang kepada Gubsu beserta rombongan pada pesta syukuran PPI.
“Kami bangga, kami merasa terhormat atas kehadiran Pak Gubernur beserta rombongan pada acara ini,” ucapnya.
Cornel mengatakan, selain yang berdomisili di Samosir, pesta syukuran ini juga dihadiri oleh kurang lebih 1800 orang pomparan Parna dari luar Samosir. Tentu ini akan memberi efek positif terhadap perekonomian lokal.
Bupati juga menyampaikan, atas nama Pemkab Samosir, terima kasih dan selamat datang kepada Gubsu dan seluruh Pomparan Parna Indonesia yang menggelar pesta syukuran di Samosir, Titik Awal Peradaban Batak.
“Kami telah menyatakan Samosir sebagai Titik Awal Peradaban Batak, karena Samosir dipercaya sebagai asal usul orang Batak”, tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan dengan adanya sukuran ini, akan sangat membantu Samosir pasca Pandemi Covid-19. Hotel-hotel penuh, kuliner akan laku, tentu semakin membawa perekonomian masyarakat Samosir. Sebagai ucapan syukur untuk acara PPI, Bupati memberikan bantuan sebesar Rp. 50 juta.
Pada kesempatan tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan ada dua peristiwa di muka bumi ini yang nyaris membuat manusia punah. Yakni sebelum masehi di zaman Nabi Nuh lewat air bah, dan peristiwa meletusnya Gunung Toba sekitar 75 ribu tahun yang lalu.
Edy menyebutkan, saat Gunung Toba meletus maka terjadilah Danau Toba, yang kita lihat saat ini. Dan akibat letusan itu, 6 tahun lamanya matahari tertutup dan populasi manusia tinggal sekitar 6.000 jiwa.
Edy juga menyampaikan selamat syukuran kepada Pomparan Parna Indonesia, dan menyampaikan bantuan berupa 2 ekor kerbau.
Sebelum bertolak dari lokasi acara, Gubernur Edy mengajak hadirin dan undangan menyanyikan lagu “O Tano Batak”. Edy meyakini jika Batak merdeka, lagu “O Tano Batak” akan menjadi lagu kebangsaannya. (JB Rumapea)


























