• Latest
  • Trending
  • All
Harga Jagung Naik Picu Kenaikan Terhadap Pakan, KPPU Dalami Lagi Pasar Yang Membentuk Oligopoli

Harga Jagung Naik Picu Kenaikan Terhadap Pakan, KPPU Dalami Lagi Pasar Yang Membentuk Oligopoli

17 Februari 2024
Pokok Pikiran DPRD Langkat Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Pokok Pikiran DPRD Langkat Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

28 September 2026
BPJS Ketenagakerjaan Langkat Didorong Perluas Cakupan Peserta

BPJS Ketenagakerjaan Langkat Didorong Perluas Cakupan Peserta

28 September 2026
Plt. Bupati Langkat: Pramuka Harus Melahirkan Generasi Terampil dan Mandiri

Plt. Bupati Langkat: Pramuka Harus Melahirkan Generasi Terampil dan Mandiri

28 September 2026
Kapolres Tapanuli Selatan Turun ke Sejumlah Desa Melihat Kondisi Masyarakat

Kapolres Tapanuli Selatan Turun ke Sejumlah Desa Melihat Kondisi Masyarakat

28 September 2026
Bupati Karo Hadiri Puncak Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026

Bupati Karo Hadiri Puncak Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026

28 September 2026
Brigjen Pol (Purn) dr. Antonius Ginting Dibersihkan dari Tuduhan: PD MIO Karo Tegaskan Dugaan Unggahan Viral 100% Hoaks

Brigjen Pol (Purn) dr. Antonius Ginting Dibersihkan dari Tuduhan: PD MIO Karo Tegaskan Dugaan Unggahan Viral 100% Hoaks

28 September 2026
Satresnarkoba Polres Binjai Bekuk Empat Terduga Bandar Narkoba, Sita Sabu dan Ekstasi

Satresnarkoba Polres Binjai Bekuk Empat Terduga Bandar Narkoba, Sita Sabu dan Ekstasi

28 September 2026
BPJS Kesehatan Medan Bahas Peran Media, JKN, hingga Keterbukaan Informasi

BPJS Kesehatan Medan Bahas Peran Media, JKN, hingga Keterbukaan Informasi

28 September 2026
Perolehan Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi 14

Perolehan Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi 14

28 September 2026
PSMS Medan Tempel Ketat Klub Nagita Slavina dalam Persaingan Klasemen Grup A

PSMS Medan Tempel Ketat Klub Nagita Slavina dalam Persaingan Klasemen Grup A

28 September 2026
Bersih-Bersih Islamic Center, Zakiyuddin Ajak Warga Medan Hidupkan Lagi Semangat Gotong Royong

Bersih-Bersih Islamic Center, Zakiyuddin Ajak Warga Medan Hidupkan Lagi Semangat Gotong Royong

28 September 2026
Polsek Juhar Amankan Kegiatan Kerja Rani GBKP Runggun II Juhar

Polsek Juhar Amankan Kegiatan Kerja Rani GBKP Runggun II Juhar

28 September 2026
Senin, September 28, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home EKONOMI

Harga Jagung Naik Picu Kenaikan Terhadap Pakan, KPPU Dalami Lagi Pasar Yang Membentuk Oligopoli

by Abi
17 Februari 2024
in EKONOMI
Harga Jagung Naik Picu Kenaikan Terhadap Pakan, KPPU Dalami Lagi Pasar Yang Membentuk Oligopoli
FacebookWhatsappTelegram

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, harga jagung mengalami kenaikan yang cukup tajam belakangan ini.

Harga jagung terpantau mulai mengalami kenaikan dari bulan oktober tahun 2023. Dimana kala itu, harga jagung masih dikisaran 6 ribu per Kg. Namun, saat ini harga jagung pipil sudah mencapai 7.700 per Kg nya. Sementara, jagung giling sudah mencapai 8 ribu per Kg,katanya di Medan,Sabtu (18/2/2024)pagi.

Baca Juga

Koperasi Pers Indonesia dan IMAC Medan Bersinergi Gelar Pelatihan Sertifikasi Mediator

Plt. Bupati Langkat Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

Gubernur BI Destry Damayanti Coba Langsung QRESTO di Booth Pemkot Medan 

Gunawan menambahkan, harga jagung tersebut adalah harga dimana peternak membeli pakan (jagung). Kenaikan harga jagung tersbeut memang berpotensi membuat peternak daging ayam maupun peternak telur ayam mengalami kerugian.

Terlebih untuk peternak daging ayam mandiri, karena kenaikan biaya input produksi tidak lantas membuat harga daging ayam dipasaran juga ikut naik.

“Dalam 4 bulan belakangan harga daging ayam sempat ditransaksikan dalam rentang 23 hingga 32 ribu per Kg. Saat ini harga daging ayam berada dikisaran 30 hingga 32 ribu per Kg mengacu kepada PIHPS di kota medan. Padahal disaat harga jagung masih dikisaran 6 ribuan saja, harga kontrak dikandang berkisar 21 ribu per Kg nya. Dengan harga segitu, maka harga keekonomian di pedagang pengecer sekitar 31 hingga 33 ribu per Kg nya,”jelas Gunawan.

Sayangnya,lanjut Gunawan harga jagung yang naik belakangan ini, tidak lantas mendorong kenaikan harga daging ayam maupun telur ayam. Dan dari pantauan di pasar, dalam dua bulan terkahir saja terjadi kenaikan harga pakan ternak sebanyak 500 rupiah per Kg nya. Tetapi harga daging ayam mentok di angka 32 ribu. Memang kita mengkuatirkan gimana nasib peternak mandiri nantinya,ujarnya.

Karena katanya, mereka yang paling terdampak dengan kenaikan biaya input produksi tersebut. Sementara menaikkan harga justru bisa membuat konsumen beralih ke sumber pangan subtitusi seperti telur, tahu/tempe atau ikan segar.

Konsumen sangat sensitif dengan kenaikan harga belakangan ini. Dan dari beberapa kali menghitung ekspektasi produksi, penurunan produksi juga tidak lantas memicu kenaikan harga di level konsumen,ungkap Gunawan.

Jadi,menurut Gunawan memang pasar daging ayam berpeluang membentuk struktur pasar oligopoli seperti yang disampaikan KPPU (komisi pengawas persaingan usaha) Sumut.

Tetapi mekanisme pasar yang membuatnya menjadi seperti itu. Perusahaan daging ayam terintegrasi memang berpeluang bertahan di tengah tekanan kenaikan biaya input produksi, dibandingkan dengan peternak mandiri,katanya. Jika nanti banyak peternak mandiri yang merugi atau bahkan gulung tikar karena kenaikan harga jagung.

Dan menyisahkan peternak besar (perusahaan) terintegrasi, maka itu bukan salah mereka (perusahaan). Mekanisme pasar yang membuat struktur pasarnya menjadi oligopoli.

Saya harap KPPU bisa mendalami lagi dinamika pasar yang berkembang belakangan ini. Karena daya beli yang melemah membuat mekanisme pasar menseleksi produsen efisien yang mampu bertahan,tutup Gunawan.(jae)

Post Views: 168
Tags: Harga jagung terpantau naikjagung giling sudah mencapai 8 ribu per Kgkenaikan biaya input produksiPengamat Ekonomi Sumatera Utara
ShareSendShare
Abi

Abi

Baca Juga

Koperasi Pers Indonesia dan IMAC Medan Bersinergi Gelar Pelatihan Sertifikasi Mediator
EKONOMI

Koperasi Pers Indonesia dan IMAC Medan Bersinergi Gelar Pelatihan Sertifikasi Mediator

27 September 2026
Plt. Bupati Langkat Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
EKONOMI

Plt. Bupati Langkat Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

26 September 2026
Gubernur BI Destry Damayanti Coba Langsung QRESTO di Booth Pemkot Medan 
EKONOMI

Gubernur BI Destry Damayanti Coba Langsung QRESTO di Booth Pemkot Medan 

25 September 2026
Sektor Jasa Keuangan Sumut Tumbuh, Kredit UMKM Justru Turun 1,77 Persen
EKONOMI

Sektor Jasa Keuangan Sumut Tumbuh, Kredit UMKM Justru Turun 1,77 Persen

24 September 2026
Bulog Sumut Terima 4.434 Ton Beras dari Jatim Perkuat Cadangan Pangan
EKONOMI

Bulog Sumut Terima 4.434 Ton Beras dari Jatim Perkuat Cadangan Pangan

22 September 2026
Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, Pemko Medan Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026
EKONOMI

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, Pemko Medan Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026

22 September 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In