Iklan

terkini

RSJ Prof Ildrem Siapkan Kolaborasi Gerakan Eliminasi Disabilitas Intelektual (EDI) dan Rehabilitasi NAPZA

Senin, Mei 22, 2023, 18:18 WIB Last Updated 2023-05-22T11:18:18Z

  





Wakil Direktur Umum RSJ Prof. Dr M IIdream dr Aris Yudhariansyah. (Foto : Ist)

MEDAN (HARIANSTAR.COM) - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr M Ildrem Sumatera Utara akan membuat program strategis yang dikhususkan bagi korban penyalahgunaan narkoba.


Wakil Direktur Umum RSJ Prof. Dr M IIdream dr Aris Yudhariansyah mengatakan, hal itu berupa penambahan ruangan khusus dan 100 tempat tidur bagi pengguna narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (napza) tersebut.


"Program strategis daerah ini sesuai arahan pak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk penambahan ruangan maupun 100 tempat tidur di RSJ yang digunakan untuk rehabilitasi penyalahgunaan napza," ujarnya, Senin (22/5/2023).


Aris menjelaskan, secara fisik, untuk penempatan para pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut telah tersedia. Saat ini, hanya tinggal peresmian pembangunannya saja yang akan dilakukan dalam waktu dekat.


"Prioritas rehabilitasi di RSJ ini para penyalahgunaan napza yang merupakan warga Sumut. Namun karena ini bersifat nasional siapapun yang dikirim tetap kami layani terutama kiriman dari BNN dan lainnya," katanya.


Terkait anggaran dan biaya bagi penyalahgunaan napza yang akan direhabilitasi, Aris mengatakan akan ditanggung oleh pemerintah melalui Kesbangpol Pemrov Sumut. Dia menyebutkan, biaya yang ditanggulangi Kesbangpol itu sebesar Rp6 juta perorang untuk tiga bulan rehabilitasi.


"Dari Kesbangpol penganggaran akan diberikan. Ke depan para pengguna narkotika itu juga akan dibuat program psikososial juga seperti, gangguan jiwa lainnya yang bukan hanya mengobati fisik semata melainkan mental," jelasnya.


Sementara jumlah kasus gangguan jiwa di Sumut, sebut Aris, sesuai dengan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 sebanyak 36.146 jiwa dari usia 15 tahun ke atas. Sumut sendiri berada di posisi ke empat di bawah Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.


Terkait ini, Aris mengatakan dirinya juga tengah mendorong program Eliminasi Disabilitas Intelektual (EDI) Bermartabat, sebagai salah satu upaya menekan stigma di masyarakat tentang penderita gangguan jiwa.


"Di Sumut sendiri ada beberapa Kabupaten yang terbesar kasus gangguan jiwanya. Pertama adalah Medan, Deliserdang, Simalungun, Asahan dan beberapa tambahan kabupaten lain," katanya. (GS)


 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • RSJ Prof Ildrem Siapkan Kolaborasi Gerakan Eliminasi Disabilitas Intelektual (EDI) dan Rehabilitasi NAPZA

Terkini

Topik Populer